Total Tayangan Halaman

chiclet from feed burner

Kamis, 24 Februari 2011

KEAJAIBAN DI MASJIDIL HARAM - MINTA MATI DI TANAH SUCI

KEAJAIBAN DI MASJIDIL HARAM │ MINTA MATI DI TANAH SUCI

Tentang keajaiban di Masjidil Haram ini sudah banyak yang membuktikannya dengan kepala sendiri, salah satunya kisah nyata dari Bapak Drs. H. Slamet Prayitno, seorang pegawai di Pemkot Surabaya yang telah melaksanakan Ibadah Hajinya bersama istrinya Ibu Nurul Azizah sekitar 4 tahun silam untuk embarkasi Surabaya.

KEAJAIBAN DI MASJIDIL HARAM │ MINTA MATI DI TANAH SUCI

Jauh sebelum keberangkatan beliau ke tanah suci, beliau sudah bercita-cita MINTA MATI atau ‘Diwafatkan Allah di Madinah Al Munawaroh. Sebuah keinginan yang luar biasa, namun ALLAH rupanya tidak menghendaki demikian.

Malam seusai beliau melaksanakan berbagai kegiatan ibadah di Masjidil Haram, beliau langsung menuju tempat peraduan untuk istirahat melepas penat yang melekat. Di tengah tidurnya, secara tiba tiba saja suhu tubuhnya panas bukan main. Ia gelibakan bagai seekor cacing yang terpanggang api. Sang istri sudah berusaha membangunkannya, namun Pak Slamet ini sepertinya sekarat, ia berteriak teriak : “jangan!!! jangan!!! saya tidak mau mati disini,,,, tidaaakkk!!!,,,,tidaaakkk!!!,,,,,,saya tidak mau mati disini!!!.....saya tidak mau mati disini…!!!....saya hanya mau mati kalau mati di Madinah……!!!” begitu seterusnya ia berteriak teriak sambil memegangi lehernya yang seolah ada yang mencekiknya. Dan sang istripun semakin kebingungan, ia berusaha memanggil jama’ah lain untuk menolong suaminya yang sekarat itu. Namun tidak menghasilkan sesuatu yang dapat merubah keadaan. Pak Slamet terus berteriak teriak. Namun sekita setengah jam kemudian Pak slamet terlihat mulai sadar, ia pun terbangun dan langsung minta air kepada istrinya.
“air…air…air….” buru buru Ibu Nurul memberikan air minum.
Setelah air itu diminumnya, Pak Slamet masih minta air lagi sampai beberapa gelas. Akhirnya sang istri bertanya : “kamu ini ada apa Mas?!...kok berteriak teriak seperti orang kesurupan..?!” tanya istrinya cemas.
Pak Slamet tidak segera menjawabnya. Ia masih berusaha menenangkan pikirannya.
“Saya mau mati Dik!”
“Kamu jangan ngomong macam macam ach!!”
“Ya! rasanya tadi aku didatangi oleh seseorang…..aku tidak tahu….apa itu setan atau malaikat, …..tapi tidak mungkin setan, sebab ini di tanah suci,,,,,”
“terus…?”
“orang tadi mau mencekik leherku,,,, katanya ini sesuai dengan permintaan kamu.”
“permintaan apa mas?”
Pak slamet menghela nafas panjang dan berat.
“saya pernah memohon kepada Allah agar diwafatkan di Madinah, tapi orang dalam mimpiku tadi mau mencabut nafasku di sini, aku tidak mau, aku tidak mau mati disini, aku mau mati di Madinah,,,sebab di madinah maqam para syuhada”
 “istighfar Mas…..istighfar……., kenapa harus meminta mati disini??!!....kalau kamu mati bagaimana dengan anak anak kita? anak anak kan masih perlu Bapak, kasihan anak anak nanti…..sudah istighfar…istighfar…istighfar Mas….”kata istrinya berusaha mengingatkan Pak Slamet.
“ya……saya khilaf……astaghfirullah al adzim….ampunilah hambamu ini Ya Alllah…..”gumam Pak Slamet dan tak lama panas tubuhnya mulai berangsur normal.

Itulah satu kisah nyata tentang keajaiban di sekitar Masjidil Haram yang dialami dan dikisahkan sendiri oleh beliau dihadapan saya sebagai oleh oleh dari menjalankan rukun hajinya. Insya Allah ke depan saya akan tulis lagi cerita tentang keajaiban di Masjidil Haram yang lain.
Sekian, semoga yang sedikit ini bisa dijadikan ‘cermin’ bagi kita yang hendak melaksanakan ibadah haji, jika ada yang keliru itu karena mungkin saya lupa menyebut tempat yang dimaksud Pak Slamet itu, apa di madinah atau makkah atau tempat lain.

Semoga Allah senantiasa meringankan setiap langkah kita didalam menuju ridho-Nya, amin.

Wassalamu’alaikum wr wb

AgungIchwanto,
Tanahsuci-Gresik.



24/02/2011 at 22.18  GMT (+8)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar